Call Center KAI 24 Jam


PT KAI atau perusahaan jawatan transportasi kereta api saat ini merupakan salah satu BUMN dengan margin keuntungan paling tinggi. Call center KAI bahkan tidak pernah sepi dari telepon pelanggan yang menanyakan tentang jadwal maupun hal-hal lain menyangkut transportasi darat terfavorit masa kini tersebut. Hal itu sedikit banyak menunjukkan kepuasan konsumen.

Kereta Api Indonesia


Pada tahun 1864, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berwenang, Mr. L.A.J Baron Sloet Van de Beele, memerintahkan pencangkulan pertama jalur perkeretaapian. Desa Kemijen merupakan lokasi yang dipilih untuk rute awal Semarang-Surakarta tersebut.

Pada masa itu, masyarakat sekitar menyebutnya ‘jalur sepur’; yang merupakan bahasa Jawa dari kereta api.

Proyek itu dikerjakan oleh perusahaan swasta NV. NISM dan berhasil diselesaikan dengan lebar jalur 1435mm. Pemerintahan kolonial kemudian melanjutkan proyek transportasi darat dengan jalur meliputi Jawa Timur, namun menggunakan jasa perusahaan berbeda.

Kedua proyek yang sukses besar itu selanjutnya mengilhami pembuatan jalur-jalur lain dengan tujuan mempermudah transportasi antar daerah.

Tahun 1942, ketika penjajahan diambil alih oleh Jepang, semua jalur berikut armada kereta api jatuh pada penguasaan negeri sakura itu.

Sebagaimana aset Belanda yang jatuh ke tangan Jepang, kereta api dialihfungsikan sebagai angkutan barang di mana seharusnya menjadi moda transportasi manusia. Pada akhirnya, armada-armada itu menjadi tidak terawat.

Ketika kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, kantor pusat perkeretaapian di Bandung pun direbut oleh para pahlawan bangsa. Pemerintah Indonesia yang pertama kala itu lantas menamakannya sebagai Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) sekaligus menyatukan kereta api milik perusahaan swasta pada era Belanda, di bawah satu komando.

Semenjak itu, DKARI mengalami beberapa kali pergantian nama tergantung situasi yang tengah terjadi. Semula, pada 1950 berubah nama Djawatan Kereta Api (DKA). Berselang singkat, diubah sebagai Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Selanjutnya pada 1971 dinamai Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Lantas, bertransformasi menjadi Perumka, akronim dari Perusahaan Umum Kereta Api.

Puncaknya, setelah menghadapi gejolak besar pada masa revolusi 1997, tahun 1998 Perumka berubah nama menjadi PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) hingga saat ini. Sejak diambil alih penguasaannya oleh pemerintah yang membuatnya menjadi BUMN, KAI telah melebarkan sayapnya dengan memiliki tujuh anak perusahaan. Tujuannya adalah untuk mempermudah dan memperluas pelayanan.

Perkembangan Pelayanan PT KAI

Sejak memasuki era komunikasi nirkabel dua arah, KAI sudah memiliki call center KAI yang fokus untuk melayani pelanggan. Menyinggung tentang kualitas pelayanan, perseroan terbatas ini sempat mengalami masa-masa terburuknya.

Dampak krisis moneter 1997 memang paling berpengaruh pada aset-aset pemerintah, termasuk perkeretaapian di dalamnya. Sejak itu, pelayanannya begitu buruk.

Tarif yang ditawarkan memang sangat murah. Namun, manajemen serta operasionalnya kacau balau. Banyak masalah yang membuat konsumen lantas enggan menjadikan kereta api sebagai moda transportasi meskipun tarifnya murah, antara lain:

  1. Pedagang asongan yang naik turun dan turut berdesakan di kereta.
  2. Banyaknya penumpang gelap tanpa tiket, bahkan nekat naik ke atas kereta.
  3. Tingkat kriminalitas yang tinggi.
  4. Fasilitas yang buruk, seperti toilet yang kotor dan kursi-kursi yang sudah tidak layak.
  5. Jadwal keberangkatan hingga estimasi sampai di lokasi yang selalu molor.

Berjalan hampir satu dekade, revitalisasi awal KAI mulai dilakukan tahun 2010. Pedagang asongan dilarang untuk berjualan di kereta dan pemeriksaan karcis penumpang dilakukan berkala. Langkah penertiban tersebut cukup efektif meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menurunkan tingkat kriminalitas di kereta api. Namun belum mengatasi masalah armada berikut fasilitas yang buruk.

Tahun 2014, PT. KAI mengalami tidak hanya sekadar peremajaan, melainkan perombakan total. Jajaran direksi diganti, semua armada diperbarui, dan disiplin tinggi diterapkan.

Meskipun konsekswensinya tarif kereta api naik hingga 2x lipat, namun sebanding dengan pelayanan prima yang ditawarkan. Hal itulah yang kemudian mengembalikan kepercayaan masyarakat pada kereta api.

Menyongsong era digital saat ini, PT. KAI pun tidak ingin kalah dalam berinovasi. Kini, pelanggan sudah bisa melakukan pemesanan tiket melalui situs resmi KAI maupun lewat aplikasi yang bisa diunduh gratis di toko aplikasi. Bila kiranya konsumen mengalami kendala, call center KAI di nomor 121 siap setiap saat melayani.

Belum ada Komentar untuk "Call Center KAI 24 Jam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel