Call Center Lion Air 24 Jam

adsense 336x280

Salah satu low cost airline yang paling diminati di Indonesia adalah Lion Air. Call center Lion Air cukup responsif, menjadi salah satu faktor perusahaan tersebut mendapat nilai plus di hati konsumen. Seperti apa perjalanan maskapai yang bersangkutan di dalam negeri, sejak awal berdiri hingga saat ini?

Lion Air


Tanggal 19 Oktober 1999 merupakan hari di mana Lion Air resmi diperkenalkan pada publik. Nama itu merupakan merek dagang maskapai di bawah manajemen PT. Lion Mentari Airlines di mana berstatus sebagai perusahaan swasta. Momentum publikasi Lion Air pada masyarakat merupakan pukulan berat bagi maskapai BUMN, Garuda Indonesia, yang tengah krisis.

Menjelang satu tahun usai pengenalan pada publik, Lion Air melakukan penerbangan pertamanya pada 30 Juni 2000 dengan destinasi domestik ke Pontianak. Sejak awal, Lion Air telah menetapkan model low cost untuk tarifnya, sehingga peminat penerbangan pertama itu sangat membludak. Supaya tarifnya murah, Lion Air menggunakan pesawat purna pakai maskapai lain.

Hal itu tidak hanya menjadi ancaman bagi Garuda Indonesia, namun sesama low cost airplane asal Malaysia, yaitu AirAsia. Terlebih, Lion Air secara intensif berusaha menekan kontrak kerja sama dengan Boeing, produsen terbesar pesawat terbang di dunia. Tujuannya jelas, Lion Air tidak hanya ingin menguasai pasar Indonesia, namun juga Asia.

Perkembangan dan Insiden Lion Air

Pada 19 Juli 2011, Lion Air sempat menghentikan sejenak operasionalnya akibat kegagalan lolos uji on time performance (OTP) yang dilakukan Diretorat Jenderal Perhubungan Udara. Tes itu dilakukan secara berkala untuk memantau kelayakan operasional maskapai penerbangan. Terlebih, skor OTP Lion Air kala itu menjadi yang terburuk dari enam maskapai di Indonesia.

Tidak berusaha untuk memperbaiki SDM, Lion Air justru fokus pada ekspansi bisnis. Terobsesi menguasai pasar Asia, Lion Air memutuskan mendirikan anak perusahaan, yaitu : Batik Air dan Wings Air. Tidak sampai di situ, mereka bahkan mendirikan joint venture dengan maskapai asing yang menghasilkan merek Malindo Air dan Thai Lion Air.

Alhasil, meskipun berhasil melebarkan sayap bisnisnya dan terus memesan pesawat-pesawat baru tanpa meningkatkan kualitas SDM perusahaan, insiden demi insiden terus terjadi. Tahun 2012, para pilot dan awak pesawat Lion Air ditemukan mengonsumsi narkotika di kabin pesawat. Kemudian, secara beruntun terjadi kecelakaan demi kecelakaan yang membahayakan seluruh penumpang.

Peristiwa naas yang terus berulang itu membuat call center Lion Air ramai dihujani protes oleh konsumen. Maskapai bahkan mendapatkan peringatan keras dari pemerintah berupa skorsing atau larangan beroperasi selama satu tahun, mulai 2014 hingga 2015. Titik terendah itulah yang pada akhirnya menyadarkan pihak Lion Air akan kesalahan pola manajemen.

Revitalisasi dan Kebangkitan Lion Air

Setelah insiden kecelakaan serius pada akhir 2013 dan selama masa skorsing-nya, perusahaan memutuskan merombak jajaran manajemen sekaligus menyusun ulang strategi. Tujuan utamanya yang semula berorientasi pada profit, beralih difokuskan untuk memperbaiki layanan dan meraih kembali kepercayaan konsumen.

Tentunya, revitalisasi perusahaan itu merupakan upaya sulit mengingat Lion Air merupakan instansi swasta.

Namun, sulit bukan berarti mustahil. Setelah berhasil merombak manajemen dan menghentikan praktik KKN yang menggerogoti internal perusahaan, upaya peningkatan kualitas mulai dilakukan. Langkah pertama adalah dengan melakukan tes kompetensi ulang pada setiap staf penerbangan. Tidak hanya kecakapan dalam bekerja, mereka juga wajib lolos tes penggunaan dan ketergantungan narkotika.

Dari segi armada, Lion Air tidak perlu melakukan peremajaan. Sebab, pesawat yang mereka gunakan masih tergolong keluaran baru.

Karenanya, setelah mendapatkan manajemen dan staf lapangan yang kompeten, mereka pun kembali pada publik dengan pelayanan yang lebih prima. Meski begitu, Lion Air tetap konsisten memberikan tarif murah yang terjangkau semua kalangan.

Saat ini, Lion Air melayani rute penerbangan domestik dan internasional ke berbagai negara di lima benua. Meskipun mustahil terpilih sebagai akomodasi ibadah haji yang telah menjadi tugas maskapai BUMN, Lion Air juga melayani rute ke Jeddah. Bukan untuk haji besar, melainkan ibadah umroh melalui kerja sama dengan para agen travel.

Call Center Lion Air


Bagi pelanggan yang ingin mengajukan pertanyaan atau mengalami kendala, dapat menghubungi call center Lion Air  0804 177 8899 kapan saja dan di mana saja. Sebab, petugas layanan pelanggan selalu siaga untuk merespon konsumen.

Nah, itulah tadi serangkain penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan informasi call center Lion Air yang bisa dihubungi dalam 24 Jam. Semoga melalui tulisan ini bisa membantu segenap permasalahan yang ada. Trimakasih, adsense 336x280

0 Berikan Komentar "Call Center Lion Air 24 Jam"

Posting Komentar