Call Center PLN Indonesia 24 Jam

adsense 336x280

Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan BUMN yang mengelola penyediaan listrik bagi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Call center PLN merupakan media yang disediakan oleh perusahaan untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan.

Bagaimanakah perjalanan PLN dalam melayani masyarakat? Dan, apa saja jasa yang ditawarkan korporasi dengan pemerintah sebagai pemilik saham mayoritas tersebut?

PLN (Perusahaan Listrik Negara)


Cikal bakal PLN dimulai tahun 1897, di era penjajahan kolonial Belanda. Kala itu, pemerintahan Belanda membangun pembangkit listrik demi melancarkan kependudukan bangsa mereka di Hindia Belanda. Perusahaan pembangkit listrik tersebut kemudian dinamakan Nederlanche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM). Perusahaan ini hanya merupakan cabang, sedangkan pusatnya tetap berada di Belanda.

PLTU pertama di kawasan Hindia Belanda kemudian dibangun di tepi Sungai Ciliwung. Untuk area cakupan PLTU tersebut adalah daerah Batavia (Jakarta) dan sekitarnya. Tidak lama kemudian, NIEM membuka cabang di Surabaya.

Tetapi dalam bentuk anak perusahaan berama Nederlanche Indische Gas Maatschappij (NIGM). Perusahaan tersebut bertugas menyediakan listrik di kawasan Surabaya.

Pada 26 April 1909, NIGM berusaha untuk melakukan dominasi pasar dengan mendirikan  Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM). Dalam tempo 28 tahun, ANIEM tidak hanya menaklukkan pasar Surabaya, tetapi seluruh Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Pulau Kalimantan. Selama masa kejayaannya tersebut, ANIEM memiliki kantor cabang di masing-masing daerah.

Ketika PLTU mulai kehilangan dayanya, ANIEM kemudian mencari sumber daya alam alternatif. Akhirnya dirintislah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Demi tujuan tersebut, dibangunlah waduk-waduk. Inovasi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan pelayanan ANIEM. Sayangnya, ketika penjajahan Belanda berakhir dan bertransformasi pada masa pendudukan Jepang, pelayanan prima tersebut berakhir.

Jepang mengambil alih ANIEM dan memanfaatkannya demi kepentingan perang bangsa mereka. Meskipun kependudukan mereka berlangsung dalam tempo relatif singkat, namun dampak yang terjadi cukup serius. Manajemen dan operasionalnya kacau balau. Hingga akhirnya ketika kemerdekaan Indonesia tercapai, perusahaan listrik rintisan Belanda itu jatuh secara resmi ke tangan pemerintah.

Tepatnya pada 25 Oktober 1945, pemerintah mengganti nama perusahaan penyedia listrik tersebut menjadi Djawatan Listrik dan Gas Bumi.

Sekaligus, menjadikannya sebagai perusahaan milik negara (BUMN). Revitalisasi perusahaan yang telah salah pengelolaan semasa dikuasai oleh Jepang tersebut tidak mudah. Namun, perlahan operasionalnya semakin membaik sebagaimana saat dikelola oleh ANIEM.

Hingga akhirnya, pada 1 Januari 1965, Djawatan Listrik dan Gas Bumi berganti nama menjadi Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Meskipun kala itu belum ada call center PLN, namun respon masyarakat terhadap perusahaan penyedia listrik tersebut cukup positif. Hingga saat ini, PLN terus berinovasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Inovasi Listrik Prabayar PLN

Sejak 1965 – 2010, satu hal yang menjadi keluhan utama konsumen terhadap PLN adalah abonemen bulanan yang cukup membebani. Besaran abonemen semakin bertambah jika TDL meningkat. Dipakai ataupun tidak, pengguna harus membayarnya setiap bulan. Bila tidak, status kepemilikan akan dicabut. Kebijakan ini tentunya sangat tidak fleksibel.

Problematika itulah yang terus dipikirkan oleh pihak PLN agar dapat menciptakan solusi yang inovatif. Akhirnya pada awal 2010, diumumkan model pembayaran baru PLN berupa listrik prabayar. Konsep ini terinspirasi metode pengisian pulsa prabayar ; tanpa abonemen bulanan dan selama pengguna hanya perlu melakukan isi ulang jika hendak menggunakan nomor tersebut.

Untuk listrik prabayar ini, pengguna harus membeli token dengan varian beragam, mulai Rp.20.000,- hingga Rp1.000.000,-.

Semula, token listrik dijual terbatas, namun kini sudah bisa dibeli melalui konter-konter pulsa, transaksi online, maupun m-banking. Inovasi ini dinilai selangkah lebih maju dibandingkan pulsa prabayar, di mana tidak ada istilah masa tenggang.

Sehingga, bila pengguna listrik prabayar tidak menggunakan listriknya, tidak perlu mengisi token dan tanpa risiko pencabutan. Sedangkan untuk nomor operator seluler, jika pulsa tidak diisi melewati masa tenggang, nomor kemungkinan akan ‘mati’ alias tidak lagi dapat digunakan. Keunggulan inilah yang kemudian membuat konsumen ramai beralih pada listrik prabayar.

Call Center PLN Indonesia


Tidak dapat dipungkiri bahwa kadang masih terjadi gangguan listrik di sana sini. Jika area Anda mengalami kendala yang bersangkutan dengan listrik, dapat langsung menghubungi call center PLN di nomor 123. Layanan tersebut juga dapat memberi respon untuk kebutuhan lain seperti pemasangan baru, pemutusan sambungan, dan beragam bentuk permasalahan lainnya.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami bagikan kepada pembaca secara lengkap terkait dengan nomor Call Center PLN di Indonesia dengan sistem pelayanannya sampai dengan 24 Jam. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca ya. Trimakasih, adsense 336x280

0 Berikan Komentar "Call Center PLN Indonesia 24 Jam"

Posting Komentar